7 Desember 2021 Longchang Chemical

Apa yang dimaksud dengan agen pengikat silang?

Quick answer: For wetting, leveling, defoaming, and dispersing topics, formulators usually compare performance and side effects together because over-correcting one surface issue can easily create another.

1. Agen pengikat silang bersama mengacu pada jenis zat pembantu yang meningkatkan efisiensi pengikatan silang peroksida, yang sebagian besar merupakan senyawa dengan gugus fungsi tak jenuh ganda. Kontribusi zat pengikat silang tambahan terhadap efisiensi pengikatan silang umumnya dipahami sebagai memberikan konsentrasi situs reaktif yang lebih tinggi, menghambat reaksi samping seperti disproporsionasi radikal polimer atau pemotongan rantai, dan membantu membentuk lebih banyak ikatan pengikat silang.

2. Efek penggunaan spesifik dari zat pengikat silang tidak hanya terkait dengan struktur kimia dan jumlah yang ditambahkan, tetapi juga terkait dengan berbagai kondisi seperti jenis polimer dan peroksida pengikat silang.

1. 1. Pengaruh zat pengikat silang pada sifat fisik

Penggunaan alat bantu penghubung silang membantu meningkatkan kerapatan penghubung silang. Dari segi sifat fisik, hal ini dimanifestasikan sebagai peningkatan modulus, kekerasan, dan penurunan perpanjangan putus dan set kompresi. Dalam beberapa kasus, ini juga dapat meningkatkan kekuatan tarik, kekuatan sobek, ketahanan panas, ketahanan abrasi, atau kinerja dinamis.
Efek penggunaan zat pengikat silang tambahan pada sifat fisik terutama dimanifestasikan dalam aspek-aspek berikut ini: (Tidak semua sifat dapat diperoleh pada waktu yang sama, dan beberapa sifat dapat dicapai dengan menggunakan zat tambahan tertentu)


Kurangi set kompresi permanen;

Meningkatkan fleksibilitas

Tingkatkan modulus

Meningkatkan kekerasan;

Mengurangi viskositas karet dan meningkatkan kinerja pemrosesan;

Meningkatkan ketahanan terhadap minyak;

Meningkatkan ketahanan terhadap penuaan panas;

Meningkatkan daya rekat produk karet dan logam;

Meningkatkan kecepatan vulkanisasi;

Mengurangi jumlah peroksida;

Meningkatkan kekuatan tarik;

Meningkatkan kinerja sobek dan sobek panas;

Meningkatkan kinerja pelenturan dinamis;

2. Pengaruh struktur zat pengikat silang pada kinerja zat pengikat silang

Struktur zat pengikat silang terkait erat dengan kinerja zat pengikat silang. Jenis gugus fungsi dari bantuan pengikat silang, jumlah gugus fungsi, struktur ikatan jembatan, polaritas molekul, berat molekul, dll. Semuanya akan mempengaruhi kinerja bantuan pengikat silang.

Jenis dan jumlah gugus fungsi adalah parameter utama yang mempengaruhi kinerja vulkanisasi zat pengikat silang, yang secara langsung mempengaruhi aktivitas zat pengikat silang, kelarutan dalam polimer, dan sifat fisik produk. Agen pengikat silang yang umum sebagian besar merupakan aditif bifungsional dan trifungsional;

Struktur ikatan jembatan, yang meliputi polaritas ikatan jembatan, panjang ikatan jembatan, dan struktur molekul. Meskipun struktur ikatan jembatan biasanya tidak berpengaruh langsung pada aktivitas zat pengikat silang, namun hal ini dapat memengaruhi efisiensi zat pengikat silang, kelarutan dalam polimer, dan kekuatan ikatan silang, yang juga merupakan parameter yang sangat penting. ï¼›

Berat molekul dapat berdampak pada efisiensi zat pengikat silang, dan juga dapat digunakan sebagai parameter evaluasi penting untuk volatilitas zat pengikat silang. Jika berat molekulnya kecil, volatilitasnya mungkin tinggi;
Polaritas zat pengikat silang tambahan dapat secara langsung memengaruhi kelarutannya dalam polimer dan faktor lainnya, sehingga memengaruhi efisiensi dan kinerja vulkanisasi;

3. Klasifikasi alat bantu pengikat silang

Menurut kontribusinya terhadap vulkanisasi, alat bantu pengikat silang dapat dibagi menjadi dua kategori. Salah satunya adalah meningkatkan derajat vulkanisasi sekaligus meningkatkan kecepatan vulkanisasi, yang juga disebut jenis bantuan pengikat silang pertama; yang lainnya adalah hanya meningkatkan derajat vulkanisasi atau kerapatan pengikatan silang tanpa meningkatkan kecepatan vulkanisasi, yang juga dikenal sebagai jenis agen pengikat silang kedua.

Hubungi Kami Sekarang!

Mohon sebutkan sumbernya. Isi informasi kontak Anda di formulir di bawah ini, kami biasanya akan menghubungi Anda dalam waktu 24 jam. Anda juga dapat mengirim email kepada saya info@longchangchemical.com selama jam kerja (8:30 pagi hingga 6:00 sore UTC+8 Senin-Sabtu) atau gunakan obrolan langsung situs web untuk mendapatkan balasan secepatnya.

How buyers usually evaluate coating and ink additives

Additive selection is usually most effective when the team defines the defect first and then screens compatibility, dosage range, and process stage. That is often much more reliable than choosing only by chemistry family or by a single dramatic lab result.

  • Start from the defect, not the additive name: wetting loss, crater, microfoam, and instability often need different solutions even inside the same formula.
  • Check compatibility at the intended dosage: the strongest additive can still be the wrong commercial choice if it narrows the process window too much.
  • Review the stage of use: some products are most useful during grind, while others matter more during let-down, filling, or final application.
  • Balance cure or film quality with defect control: the right additive fixes the problem without sacrificing adhesion, gloss, or appearance.

Recommended product references

  • CHLUMIAF 094: A balanced defoamer reference for waterborne coatings and many general foam-control screens.
  • CHLUMIAF 3062: Useful when printing-ink and UV-ink compatibility matter in the defoaming screen.
  • CHLUMIAF 3037: A stronger process-defoaming option when persistent foam survives harsher conditions.
  • CHLUMIWE 3280: A strong wetting-agent reference for inks, coatings, and difficult substrate wetting.

FAQ for buyers and formulators

Why does an additive that looks powerful in a beaker sometimes fail in production?
Because shear, temperature, substrate, and the full formula can all change the way the additive performs under real process conditions.

Should the most aggressive additive always be preferred?
Not usually. The best additive is the one that solves the real defect while preserving the broadest safe operating window.

Tinggalkan Balasan

Hubungi kami

Indonesian