Skenario aplikasi rubidium hidroksida
1. Penelitian Laboratorium dan Sintesis Kimia
- Pereaksi basa kuat: Digunakan sebagai katalis basa kuat atau reaktan dalam sintesis organik untuk reaksi seperti dehidrohalogenasi dan hidrolisis.
- Persiapan garam rubidium: Prekursor penting untuk pembuatan senyawa rubidium lainnya (seperti rubidium karbonat, rubidium nitrat, dan rubidium logam).
- Kimia analitik: Digunakan sebagai larutan standar untuk menstandarkan zat asam.
2. Industri Kaca dan Keramik Khusus
- Aditif: Digunakan dalam pembuatan kaca dan keramik dengan sifat optik khusus (seperti indeks refraksi tinggi, dispersi rendah) atau sifat listrik (seperti kaca konduktif).
- Fluks: Dapat menurunkan suhu leleh kaca dan meningkatkan performa pemrosesan.
3. Elektronik dan Optoelektronik
- Bahan piezoelektrik: Digunakan dalam pembuatan kristal piezoelektrik oksida kompleks tertentu seperti rubidium niobate dan rubidium tantalate.
- Bahan fotokatoda: Digunakan pada perangkat seperti tabung fotomultiplier dan peralatan night vision untuk menyiapkan bahan fotoemisif dengan fungsi kerja rendah (seperti antimonida dan galida yang mengandung rubidium).
4. Sektor Energi
- Elektrolit sel bahan bakar alkali (AFC): Dapat digunakan sebagai komponen alternatif atau tambahan untuk elektrolit kalium hidroksida (KOH) dalam sel bahan bakar alkali untuk meningkatkan performa.
- Produksi hidrogen termokimia: Rubidium hidroksida adalah perantara penting dalam beberapa penelitian tentang siklus penguraian termokimia untuk produksi hidrogen dengan menggunakan senyawa rubidium (seperti rubidium sulfat).
5. Teknologi Kedirgantaraan dan Vakum
- Propelan pendorong ion: Dalam sistem propulsi listrik, rubidium (yang dapat dibuat dari rubidium hidroksida) telah dipelajari sebagai propelan untuk mesin ion (saat ini xenon lebih umum digunakan).
- Pengambil: Digunakan dalam tabung vakum dan perangkat lain untuk menyerap gas sisa dan mempertahankan vakum yang tinggi.
6. Penelitian Medis dan Biologi (Aplikasi Eksplorasi)
- Pembawa radionuklida: Rubidium-82 (pemancar positron) digunakan dalam pencitraan perfusi jantung positron emission tomography (PET), tetapi injeksi rubidium-82 klorida biasanya digunakan, dan rubidium hidroksida merupakan perantara kimiawi dalam proses persiapan. - Penelitian biologi dasar: Ion rubidium (Rb⁺) sering digunakan sebagai pengganti ion kalium (K⁺) untuk mempelajari saluran ion dan mekanisme transpor dalam membran sel; rubidium hidroksida merupakan salah satu sumber Rb⁺.





Ulasan
Belum ada ulasan.