Skenario Aplikasi TDP Antioksidan
1. PVC (Kaku/Fleksibel)
Sebagai penstabil tambahan dan zat pengkelat, ini meningkatkan warna, transparansi, dan stabilitas termal produk jadi.
2. Poliuretan (PU)
Memberikan stabilitas termal pada lapisan poliuretan; pada busa poliuretan, mengurangi risiko pembakaran inti dan memiliki sifat anti-menguning terhadap asap fenolik dan nitrogen oksida (NOx).
3. Poliolefin (misalnya, PP)
Sebagai penstabil, produk ini memberikan stabilitas warna dan termal yang baik selama pemrosesan dan aplikasi selanjutnya.
4. Plastik Rekayasa (ABS, PET, dll.)
Digunakan pada bahan seperti ABS dan PET untuk meningkatkan stabilitas termal dan warna selama pemrosesan.
5. Karet (SBR, CR, dll.)
Digunakan sebagai antioksidan pada karet, memperpanjang umur material dan meningkatkan ketahanan terhadap panas.
6. Pelumas/Aditif
Digunakan sebagai aditif pelumas atau komponen cairan pengerjaan logam, produk ini meningkatkan sifat anti-gesekan dan anti-aus, serta bertindak sebagai penonaktif sulfur.
💡 Sorotan Teknis dan Panduan Pemilihan
Selain aplikasi yang disebutkan di atas, poin-poin berikut ini akan membantu Anda mendapatkan pemahaman dan penggunaan produk ini secara lebih komprehensif:
Fungsi Inti: TDP termasuk dalam kelas antioksidan fosfit. Fungsi utamanya adalah menguraikan hidroperoksida yang dihasilkan selama pemrosesan polimer suhu tinggi, mencegah degradasi lebih lanjut dan dengan demikian melindungi bahan. Fungsi ini biasanya dicapai secara sinergis dengan antioksidan primer (seperti fenol).
Keuntungan Utama: Informasi produk menunjukkan bahwa TDP adalah aditif yang bebas fenol dan ramah lingkungan. Dalam bidang yang mempromosikan formulasi ramah lingkungan (seperti produksi mainan dan kemasan kontak makanan yang sesuai), TDP dapat digunakan sebagai alternatif antioksidan fenolik.




